Mitomisin
adalah famili aziridin- mengandung senyawa organik yang diisolasi dari Stereptomyces caespitosus atau Steptomyces lavendulae. Mitomisin
terdiri dari mitomisin A , mitomisin B , dan mitomisin C dan lain-lainnya.
Tujuh
senyawa mitomisin yang paling melimpah di alam (A-K)
Mitomisin
adalah obat antikanker (sitotoksik),yang nama dagangnya adalah Mutamycin Kanker terbentuk ketika beberapa sel dalam tubuh berkembang biak tak terkendali
dan normal. Seperti sel-sel sehat yang normal, sel-sel kanker melalui proses perubahan yang
berkesinambungan. Setiap sel terbagi menjadi dua sel anak. Sel-sel ini tumbuh,
istirahat dan kemudian membagi lagi. Obat-obatan yang digunakan dalam
kemoterapi adalah bahan kimia kuat yang dibuat untuk mengganggu siklus ini dan
menghentikan sel-sel dari tumbuh.dimana salah satu obat-obatan kemoterapi itu
yaitu Mitomisin yang merupakan antitumor
sekaligus antibiotik yang digunakan secara khusus dalam pengobatan
kanker.Mitomisin memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel
kanker dalam tubuh. sehingga menjadi obat antitumor yang efektif. obat ini digunakan untuk beberapa
jenis kanker, termasuk kanker kandung kemih, anus, dan leher rahim. Hal ini
sering dikombinasikan dengan obat lain. Tipe dan luasnya kanker menentukan
seberapa efektif obat ini memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel
kanker dalam tubuh.
Mekanisme reaksi mitomycin sebagai obat antikanker adalah
berikatan dengan DNA tumor sehingga replikasi DNA dari tumor terganggu dan lama
kelamaan akan mati.
Berdasarkan mekanisme reaksi diatas, pada tahap I mitomycin C direduksi yang
berfungsi untuk melindungi gugus fungsi karbonil sehingga struktur nya berubah
menjadi ; O karbonil (atas) menjadi elektropositif dan PEB nya berdelokalisasi
pada cincin siklik, serta O karbonil (bawah) menjadi OH. Berikut ini adalah
reaksi yang terjadi pada tahap I :
Pada tahap II terjadi pelepasan –Ome dari struktur
menjadi MeOH sehingga electron berdelokalisasi pada cincin siklik membentuk
ikatan rangkap, seperti dijelaskan pada reaksi berikut :
Selanjutnya pada tahap III, struktur mitomycin mengalami
reaksi alkilasi oleh DNA tumor, reaksinya adalah sebagai berikut:
Pada tahap IV, DNA membentuk siklisasi dan melepas gugus
–OCONH2 yang diilustrasikan pada gambar berikut ini:
Pada tahap akhir, terjadi reaksi oksidasi untuk
mendapatkan gugus karbonil pada struktur awalnya, reaksinya adalah sebagai
berikut :
Berikut
ini adalah sintesis total dari senyawa mitomisin dengan pendekatan kishi yang menyatakan bahwa mitomycin dapat disintesis menggunakan
prekursor sederhana awalnya orto-dimetoksi toluene. Berikut
ini adalah mekanisme reaksi pendekatan kishi senyawa mitomycin.
A.Pembentukan senyawa intermediet
aromatik
keterangan:
TAHAP 1 : TiCl4 bertindak
sebagai katalis asam (karna mengikat 4 Cl) dan dikloro metoksimetana sebagai
reagennya. Gugus metoksi pada senyawa orto-diklorotoluena merupakan pengarah
orto-para sehingga substituen dikloro metoksi metana akan tersubstitusi pada
posisi orto. Selanjutnya Cl akan lepas karna adanya katalis TiCl4
sehingga menyebabkan O menjadi rangkap dan akan mendesak metil lepas dan
terbentuk aldehid.
TAHAP 2: Pada tahap ini
digunakan reagen mCPBA (metacloroperoksibenzoit acid) yang merupakan reagen
yang mudah menjadi radika,Karna berikatan dengan suatu radikal, sehingga
menyebabkan senyawa yang terbentuk menjadi radikal pula.
TAHAP 3: Pada tahap ini,
terjadi 3 step yaitu yang pertama menggunakan reagen NaOMe, yang kedua
menggunakan reagen MeOH yang menghasilkan senyawa ester dan yang ketiga menggunakan
air untuk menghidrolisis ester dan menghasilkan gugus hidroksi atau senyawa
orto-dimetoksi meta-hidroksi toluene.
TAHAP 4: Pada tahap ini
terjadi reaksi substitusi elektrofilik dari 3-bromo-1-propena, H yang terikat
pada O akan berikatan dengan Br- sehingga propena akan tersubstitusi
pada O.
TAHAP 5: Pada tahap ini,
terjadi delokalisasi membentuk keton yang selanjutnya terjadi reaksi reduksi
menghasilkan senyawa 2,6-dimetoksi-3-hidroksi-4-alil-toluena. Setelah terbentuk
senyawa 2,6-dimetoksi-3-hidroksi-4-alil-toluena terjadi beberapa reaksi yang
dijelaskan pada gambar berikut ini :
TAHAP 7 : Digunakan Zn
sebagai reduktor.
TAHAP 8 : BnBr digunakan sebagai gugus pelindung,
K2CO3 sebagai
katalis dan DME/DMF sebagai pelarut.
TAHAP 9 : Pembentukkan
epoksida dari dioksan
TAHAP 10 : Cincin epoksida
membuka dan disubstitusi olen CH3CN
dan menyebabkan O kekurangan elektron, ditambahkan CrO3- sehingga menghasilkan gugus keton.
B. Pembentukan cincin medium
Keterangan:
TAHAP 1 : Terjadi reaksi substitusi – OMe
TAHAP 2 : CN direduksi oleh LAH menjadi NH2
TAHAP 3 : Gugus pelindung Bn dihilangkan dengan menggunakan katalis Pd, Karbon untuk menyerap air dan methanol untuk mengasamkan.
TAHAP 4 DAN 5 : Mengoksidasi senyawa yang telah didapat dan
menggunakan metanol sebagai pelarut.
C. Siklisasi transannular
Pada tahap ini,
terbentuk cincin siklik baru dari gugus NH dengan 2 jalan, yang pertama dengan
menggunakan MeOH dan SiO2 dan jalan yang kedua adalah dengan
menggunakan gugus S-Me dan Et3N seperti yang dijelaskan pada gambar
berikut ini :
Jadi.begitulah sintesis total (sintesis
lengkap) dari senyawa mitomisin dengan prekursor sederhana awalnya
orto-dimetoksi toluene yang berperan
sebagai obat antikanker dan antimikroba.
REFERENSI
Kishi,Y.1979. The Total Synthesis Of Mitomycins. Cambridge:Harvard
University.















Bagaimana cara kerja mitomycin sebagai obat antikanker yang efektif?
BalasHapusMitomisin menjadi obat anti kanker efektif karena mitomisin merupakan antikanker (sitotoksik) kuinon yang mengerahkan aktivitas biologis mereka melalui alkilasi DNA dan cross-linking DNA. Keberhasilan mitomisin dalam pengobatan kanker adalah karena selektivitas sitotoksik yang besar untuk hipoksia sel (kekurangan O2). Mitomicin itu sendiri relatif tidak reaktif terhadap DNA tetapi menjadi sangat reaktif bila ada pengurangan pada (enzimatik, elektrokimia atau kimia) ataupun ada zat asing (xenobiotik) yang masuk kedalam sel dan mengancam DNA barulah mitomisin reaktif bekerja pada alkilasi DNA dan cross-linking maka itu mitomisin menjadi obat kanker yang efektif karena mampu menghalangi/menghentikan sel kanker ke jalur DNA untuk menghindari terjadi mutasi DNA dan kerusakan sel pada tubuh oleh karena bioaktivitasnya yang kuat sebagai antikanker mitomisin dijadikan senyawa (obat) dalam kemoterapi kanker,sekian jawaban dari saya semoga menjawab pertanyaan anda,terimakasih
HapusBagaimana yang lebih efektif dalam mengobati sel kanker diantara mitomisin A, B, dan C yang dijelaskan saudari ?
BalasHapusMenurut saya yang lebih efektif dalam mengobati kanker adalah mitomicin C karena memiliki Nilai IC50 1 mikrogram/mL dengan penghambatan 90 % terhadap sel kanker sehingga lebih kuat dibanding mitomisin yang lain
HapusBagaimana kefektifan mitomycin C ini terhapap sel kanker ?
BalasHapusMitomisin C sangat reaktif terhadap sel kanker yang reaktif bekerja pada alkilasi DNA dan cross linking yang terjadi apabila adanya pengurangan enzimatik ataupun adanya masuk xenobiotik (zat asing) maka mitomisin C yang reaktif ini akan cepat bekerja terutama pada DNA.
HapusApakah ada pendekatan lain selain kishi?
BalasHapusDalam sintesis mitomisin prekursor apa yang digunakan?
BalasHapusPrekursor yang digunakan dalam sintesis mitomisin adalah orto-dimetoksi toluena
HapusApa perbedaan sintesis Mitomycin dari Stereoptomyces caespitosus dan Stereotomyces lavendulae ya? Terimakasih
BalasHapusapakah jenis mitomycin mempengaruhi sifat dan fungsinya?
BalasHapusBagaimana kerja mitomycin sebagai anti mikroba?
BalasHapusMitomisin mempu menghambat sintesis protein dari mikroba sehingga bila sintesis protein mikroba terhambat maka mikroba akan sulit untuk bertahan hidup dengan lama ataupun mikroba pertumbuhannya terhambat bahkan mati
HapusBagaimana siklisasi pada senyawa mitomycin ini?
BalasHapusapakah ciri-ciri tanaman yang dapat menghasilkan senyawa mytomycin?
BalasHapus