body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}

selamat datang

selamat datang

Minggu, 09 April 2017

Gugus pelindung

Sintesis organik merupakan suatu proses merancang molekul/senyawa organik yang diinginkan dengan bahan (senyawa) organik yang sering dijumpai di laboratorium dengan tujuan mendapatkan (produk) senyawa dengan rendemen yang tinggi dan jalan sintesis yang efektif.
Yang mana di dalam sintesis organik ini banyak sekali hal yang perlu diperhatikan dan dibutuhkan,dimana salah satunya adalah Gugus pelindung,dan pada blog ini akan dibahas mengenai gugus pelindung.

A.   Pengertian Gugus Pelindung
Gugus pelindung atau gugus proteksi adalah suatu gugus fungsional yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis kimia berlangsung. Gugus pelindung tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada reaksi kimia selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting dalam sintesis organik multitahap.Dan dimana Kemoselektivitas itu sendiri adalah memilih untuk dapat mereaksikan salah satu gugus fungsional dari dua gugus yang berada pada satu molekul,jadi secara tepatnya Reaksi kemoselektivitas ini akan terjadi pada pereaksi dimana pereaksi hanya bereaksi dengan gugus fungsional yang dikehendaki (tertentu) atau hanya bereaksi sampai pada tahapan tertentu atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu.
Nah dimana didalam sintesis organik,pada prakteknya kemoselektivitas ini dilakukan dengan cara melindungi gugus yang tidak dikehendaki untuk bereaksi dengan suatu gugus pelindung (protecting group).dan Pada akhir reaksi gugus pelindung dilepaskan dengan suatu pereaksi tertentu.
Pada dasarnya munculnya kemoselektivitas ini dikarena seringkali ditemukan didalam sintesis misalnya kita memiliki molekul (senyawa) yang akan direaksikan namun molekul/senyawa tersebut mengandung dua gugus fungsi yang reaktif padahal kita hanya menginginkan salah satu dari kedua gugus tersebut yang bereaksi,maka itu salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan gugus pelindung.
Contoh:
Suatu senyawa ketoester (1) mengandung dua gugus karbonil yang berbeda kereaktifannya.Gugus karbonil keton kereaktifannya lebih tinggi dibandingkan karbonil ester,karenanya jika senyawa tersebut direduksi akan menghasilkan alkohol (2) bukan alkohol (3).untuk mereduksi ester menjadi alkohol,lazimnya digunakan LiAlH4 dan NaBH4 sebagai reduktor.Namun produk yang dihasilkan masih dominan kearah alkohol (2) karena faktor kereaktifan.Agar alkohol yang dihasilkan adalah alkohol (3),gugus karbonil keton harus dilindungi terlebih dahulu (misalnya dirubah menjadi asetal).
  Proteksi melibatkan 3 langkah reaksi, yaitu:
                   1. Pembentukan suatu turunan yang inert
                       (Direaksikan dengan gugus proteksi)
                   2. Menjalankan reaksi yang diinginkan
                   3. Melepaskan kembali gugus proteksi
·         Gugus Pelindung yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.    Mudah dimasukkan dan mudah pula untuk dihilangkan.
2.    Resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi.
3.    Sedapat mungkin resisten terhadap berbagai macam varietas reagen.
Berikut ini adalah tabel yang menampilkan beberapa macam gugus pelindung yang tersedia untuk semua gugus fungsional.


Berikut ini contoh penggunaan gugus pelindung pada sintesis alkohol primer dari senyawa ester.

Transformasi keseluruhan yang diperlukan dari senyawa ester ke alkohol primer .Ini adalah dengan perubah karbonil dari Ester menjadi OH (reduksi), yang memerlukan LiAlH4, tetapi penggunaan LiAlH4 juga akan mempengaruhi karbonil (hal tersebut tidak diinginkan).maka untuk menghindari agar karbonil pada keton di molekul itu tidak ikut dipengaruhi pula yang pertama kita lakukan adalah melindunginnya yang  Secara konseptual, ini adalah seperti kita memberikan karbonil itu penutup (ditunjukkan di bawah ini) sehingga kita tidak perlu khawatir untuk merubah karbonil pada ester dengan LiAlH4

Pada kenyataannya, " penutup molekul ini " adalah gugus pelindung. Dalam contoh ini, kita melindungi keton sebagai Asetal (yang merupakan eter dan tidak bereaksi dengan LiAlH4).

Kemudian kita bisa mereduksi ester menjadi alkohol primer

Dan terakhir kita menghilangkan gugus pelindung (deproteksi)

Dan berikut ini mekanisme lengkap dari reaksi yang terjadi diatas dimana sintesis alkohol primer dari ester.
      
Contoh lain dari penggunaan gugus pelindung yaitu adalah perlindungan gugus fungsi karbonil keton saat mereduksi aster untuk membentuk alkohol.berikut reaksinya:


Dimana bila molekul diatas diberikan gugus pelindung (menjadi asetal),maka ketika direduksi dengan LiAlH4 gugus karbonil pada ketonnya tidak akan terpengaruh melainkan hanya karbonil ester saja yang berubah menjadi alkohol,berbeda dengan tidak diberi gugus pelindung pada karbonil ketonnya maka saat diberikan LiAlH4 semua gugus karbonil yang ada pada molekul tersebut akan berubah menjadi alkohol atau diol,tentu molekul target tidak akan didapatkan,maka itu sangat penting untuk menggunakan gugus pelindung di dalam suatu sintesis.
Didalam sintesis bukan hanya penggunaan gugus pelindung saja yang penting namun Deproteksi juga penting,karena dalam pembentukan produk yang diinginkan gugus pelindung yang telah digunakan harus kita hilangkan yang disebut dengan deproteksi. Dimana Deproteksi itu sendiri merupakan suatu keadaan dimana adanya penghilangan (reduksi) suatu gugus pelindung sehingga berubah menjadi suatu gugus fungsi awal. Adapun penghilangan gugus pelindung tersebut dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya yaitu:
  • Solvolisis dasar penguraian oleh pelarut (contoh: Hidrolisis, Alkoholisis)
  • Hidrogenolisis
  • Logam berat
  • Ion fluoride
  • Fotolitik
  • Asam / basa
  • Elektrolisis
  • Eliminasi reduktif
  • β – eliminasi
  • Oksidasi
  • Substitusi nukleofilik
  • Katalisis logam transisi
  • Enzim
Contohnya saja pada reaksi yang telah terjadi seperti contoh diatas deproteksinya dilakukan dengan mereaksikan senyawa diatas dengan sebuah asam sehingga gugus pelindung yang melindungi karbonil keton dengan membentuk asetal dapat lepas menjadi karbonil keton kembali.

Referensi
elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/55797/2cc9f94293bb1c5bbbeebe8f40f2faaa.
Sitorus,Marham.2008.kimia organik fisik.Yogyakarta : Graha ilmu.
Warren, Stuart. 1981. Sintesis Organik Pendekatan Diskoneksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Warren, Stuart. 1983. Periptaan Sintesis Organik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
http://www.chem.ucalgary.ca/courses/350/Carey5th/Ch17/ch17-3-4-3.html.




36 komentar:

  1. terimakasih atas pemaparannya, saya ingin bertanya apa perbedaan dari eliminasi reduktif dan β-eliminasi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya,baiklah saya akan mencoba menjawab,perbedaan dari eliminasi reduktif dan β eliminasi terletak pada pembentukan reaksi eliminasinya dimana seperti yang kita ketahui reaksi eliminasi tersebut adalah pembentukan ikatan rangkap (π) dari ikatan tunggal (σ),jadi pada eliminasi reduktif,reaksi eliminasinya terjadi karena atom valensi pada molekul menurun dua (reduksi),ada tahapan reduksi pada pembentukan reaksi eliminasinya sehingga dinamakan eliminasi reduktif,sedangkan pada β eliminasi,terjadi reaksi eliminasi pada sebuah reaksi kimia yang mana atom atau grup yang hilang itu dari atom yang berdekatan/sebelahnya langsung atau sering disebut pada posisi β ,dan terbentuk ikatan π baru,maka itu disebut dengan β eliminasi jadi perbedaan dari keduanya terletak pada cara pembentukan reaksi eliminasinya.sekian semoga menjawab pertanyaan anda.

      Hapus
  2. Salah satu langkah reaksi dari Proteksi yaitu Pembentukan suatu turunan yang inert. Contohnya bagaimana? Mohon dijelaskan. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaanya,salah satu langkah reaksi dari proteksi yaitu pembentukan suatu turunan yang inert,maksudnya disini adalah inert bila dia telah ditambahkan gugus pelindung (proteksi) dan inertnya ini hanya dalam konteks untuk pereaksi yang kita gunakan jadi gugus yang kita lindungi dengan gugus pelindung akan sukar bereaksi dengan pereaksi yang kita tambahkan,karena molekul tersebut telah dilindungi maka tidak reaktif jadi kita tidak terlalu khawatir untuk melakukan sintesis karena hanya molekul yang tidak dilindungi (dinginkan) saja yang akan bereaksi dengan pereaksi sementara gugus yang tidak kita inginkan bereaksi telah dilindungi oleh gugus pelindung,nah maka itu dengan langkah ini,dikatakanlah dengan adanya proteksi membuat suatu turunan yang inert jadi hal itu hanya sementara ketika ditambahkan gugus pelindung saja dengan tujuan membuat suatu kemoselektivitas jadi pereaksi hanya bereaksi pada molekul yang diinginkan atau reaktif (tidak dilindungi).
      contohnya: dalam sintesis alkohol primer dengan suatu senyawa yang terdapat 2 gugus karbonil yaitu dalam keton dan ester nah dalam sintesis alkohol primer itu yang kita butuhkan ester harus direduksi dengan LiAlH4 menjadi gugus OH,namun ada yang mengganggu bila kita langsung reaksikan maka gugus karbonil posisi keton juga akan tereduksi karena karbonil tersebut juga reaktif terhadap pereaksi tersebut,salah satu langkahnya dengan memberikan gugus pelindung berupa asetal yang melindungi gugus keton tadi agar keton tersebut menjadi inert sementara waktu selama gugus pelindung melindunginnya artinya bila kita tambahkan pereaksi LiAlH4 tadi keton yang telah dilindungi ini tak akan masalah yang tereduksi hanyalah karbonil pada ester saja,nah pada tahap ini lah maksud dari pembentukan suatu turunan yang inert tadi inertnya hanya sementara waktu setelah deproteksi gugus pelindungnya maka akan kembali karbonilnya reaktif seperti sebelumnya dan dikatakan turunan karena sedikit berbeda dari senyawa aslinya (sebelum diberi gugus pelindung) yang sebelumnya karbonilnya reaktif bila diberi pereaksi LiAlH4 disinikan karbonilnya inert sementara karena dilindungi asetal sehingga ketika direaksikan LiAlH4 akan mereduksi karbonil ester saja membentuk OH dan setelah itu dideproteksi dengan asam dan air dan baru mendapatkan alkohol primer,nah itulah maksud dari langkah reaksi proteksi tadi yaitu pembentukan suatu turunan yang inert (sementara),sekian jawaban dari saya,semoga menjawab pertanyaan anda.

      Hapus
  3. Terimakasih atas materinya ,Tolong jelaskan maksud dari gugus pelindung seharusnya tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum dihapus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya disini adalah dalam penentuan gugus pelindung yang baik yang juga merupakan syarat dari gugus pelindung itu sendiri dalam artian dengan adanya penambahan ataupun penggunaan dari gugus pelindung,gugus pelindung tersebut akan dikatakan gugus pelindung yang baik bila gugus pelindung tersebut tidak menganggu reaksi yang akan berlangsung,artinya dengan adanya gugus pelindung tersebut seharusnya gugus pelindung tidak menganggu reaksi sebelum dideproteksi,yang mana gugus pelindung tersebut hanya melindungi agar gugus pada molekul yang tidak kita inginkan bereaksi terlindungi (atau diblok) namun hanya melindungi bukan untuk mempengaruhi reaksi yang berlangsung. nah maka itu dalam pemilihan gugus pelindung yang akan kita gunakan perlu diperhatikan apakah gugus pelindung ini (tertentu) bila kita gunakan akan mengganggu reaksi yang akan berlangsung atau tidak bila tidak maka gugus pelindung tersebut gugus pelindung yang baik dan dapat digunakan karena memenuhi syarat gugus pelindung yaitu tidak mengganggu reaksi sebelum dihapuskan,sekian jawaban saya semoga menjawab pertanyaan anda.

      Hapus
  4. jelaskan Proteksi gugus amina apa saja yang dapat dilakukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah,saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,gugus pelindung amina yang dapat digunakan secara umum yaitu bisa dengan menggunakan gugus pelindung Kelompok ftalimida telah berhasil digunakan untuk melindungi gugus amino. Pembelahan dari N-alkilftalimida (1,81) mudah dilakukan dengan hidrazin, dalam larutan panas atau dalam dingin untuk waktu yang lama untuk memberikan 1,82 dan amina. Basa-katalis hidrolisis N-alkilftalimida 1.81 juga memberikan yang sesuai amina.kemudian selain itu juga dapat dilakukan proteksi dengan uretan (N-CO-OR),dimana biasanya salah satu contoh proteksinya ini adalah t-butil karbamat (t-butoksikarbonil, N-CO-OC(CH3), N-BOC). Senyawa yang akan bereaksi dengan amonia melalui trietilamina, menghasilkan turunan N-BOC (telah diproteksi).dan selain itu juga dapat digunakan gugus pelindung sulfonamida yaitu -S(=O)2-NH2, yaitu sebuah gugus sulfonat yang berikatan dengan amina,sehingga mampu melindungi gugus amina.nah berikutlah secara umum gugus pelindung amina yang dapat digunakan,yang dapat disumpulkan yaitu ada Tiga cara yang paling umum digunakan untuk memproteksi gugus amina meliputi : a.) Konversi amina primer dan sekunder menjadi amina tersier (umumnya benzil atau trialkil silil),b.) Konversi menjadi amida (karbamat),c.) Konversi menjadi sulfonamida.begitulah jawaban dari saya.terimakasih.

      Hapus
  5. Bagaimana penggunaan gugus pelindung untuk senyawa amina?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah,saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,dalam penggunaan gugus pelindung amina ada tiga cara yang paling umum digunakan untuk memproteksi gugus amina yaitu meliputi : a.) Konversi amina primer dan sekunder menjadi amina tersier (umumnya benzil atau trialkil silil) b.) Konversi menjadi amida (karbamat) dan c.) Konversi menjadi sulfonamida.maka untuk penggunaannya kita harus mampu memilih gugus pelindung yang paling selektif untuk melindungi senyawa amina yang ada pada sintesis kita dari ketiga gugus pelindung amina yaitu uretan, ftalimida,dan sulfonamida,mengapa harus memilih yang lebih selektif ? karena untuk menghindari adanya ganguan dalam proses sintesis,sekianlah jawaban dari saya.terimakasih.

      Hapus
  6. assalamualaikum,saya mau bertanya selain asetil apakah masih ada gugus yang lain yang sesuai dengan amina?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam,terimakasih telah bertanya,baikalah saya akan menjawab sebenarnya banyak sekali gugus pelindung yang sesuai untuk amina selain asetil, namun secara umumnya ada tiga kelompok gugus pelindung yang umum digunakan untuk amina ini,yaitu ada uretan, ftalimida, sulfonamida,nah dari selain ketiga kelompok itu banyak lagi macam gugus pelindung aminanya yaitu Gugus karbobenziloksi (Cbz), Gugus karbonil p-metoksibenzil (Moz atau MeOZ), Gugus tert-butiloksikarbonil (BOC), Gugus 9-Fluorenilmetiloksikarbonil (FMOC), Gugus Benzoil (Bz), Gugus Benzil (Bn), Gugus p-metoksibenzil (PMB), 3,4-Dimetoksibenzil (DMPM), Gugus p-metoksifenil (PMP), Gugus Tosil (Ts) group, Gugus Troc (trikloroetil kloroformat).nah sekarang untuk menentukan sesuai atau tidaknya gugus pelindung amina yang banyak ini dapat kita pilih sespesifik apa gugus pelindung tersebut terhadap amina yang ingin kita proteksi bila gugus pelindung tersebut spesifik itu artinya gugus pelindung tersebut sesuai untuk amina yang ingin kita lindungi,intinya kita harus mampu selektif dalam memilih gugus pelindung agar gugus pelindung tersebut tidak mengganggu dalam sintesis yang akan dilakukan,sekian jawaban dari saya,semoga menjawab pertanyaan anda.

      Hapus
  7. Kapan kita bsa menghilangkan dan penambahan gugus pelindung pada gugus alkohol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah terimakasih atas pertanyaannya,saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,penambahan dan penghilangan gugus pelindung dapat dilakukan bergantung pada keperluan dalam sintesis yang dilakukan,misalnya dalam suatu sintesis tersebut kita ingin mensintesis senyawa A ternyata pada senyawa A tersebut ada 2 gugus alkohol pada senyawa tersebut namun yang kita inginkan hanya 1 gugus alkohol yang bereaksi dengan reagen yang akan ditambahkan maka itu kita perlu menggunakan gugus pelindung (mis: asetal) untuk 1 gugus alkohol lainnya yang ada pada senyawa A tersebut agar 1 gugus alkohol pada senyawa tersebut tidak ikut bereaksi dengan reagen yang kita tambahkan/ kita membuat senyawa itu menjadi sulit bereaksi sementara dengan adanya memberikan penambahan gugus pelindung sehingga gugus alkohol tersebut telah dilindungi oleh gugus pelindung dan reagen yang ditambahkan tidak berpengaruh lagi,nah pada kondisi beginilah perlunya penambahan gugus pelindung.dan sementara untuk penghilangan gugus pelindung akan dilakukan bila pada sintesis kita tidak lagi memerlukan gugus pelindung tersebut atau masa proteksinya telah berlalu dalam langkah sintesis maka haruslah deproteksi,misalnya seperti gugus proteksi asetal pada alkohol yang dideproteksi dengan H+/H2O,nah begitulah penjelasan dari saya semoga membantu anda.

      Hapus
  8. apa yang dimaaksud dengan katalisis unsur logam transisi dalam penghilangan gugus pelindung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,maksud katalis logam transisi dalam penghilangan gugus pelindung adalah menggunakan logam transisi sebagai katalis dikarenakan logam transisi ini memiliki kemampuan mengubah tingkat oksidasi,sehingga berkemampuan untuk mengalami perubahan tingkat energi apabila sekali elektron menempati orbitalnya dan ini terjadi pada semua unsur-unsur transisi.maka hal itu memudahkan bagi logam transisi untuk menurunkan energi aktivasi reaksi,dan contoh penggunaan katalis logam transisi dalam deproteksi gugus pelindung adalah penggunaan Pd(OAc)2 dalam deproteksi gugus amina lebih tepatnya dalam hidrogenasi dengan katalis palladium,dimana proses reaksi hidrogenasi senyawa yang memiliki ikatan tidak jenuh, hidrogen ditambahkan ke dalam senyawa tidak jenuh dan akan memutuskan ikatan rangkap.sekian jawaban dari saya semoga menjawab pertanyaan anda

      Hapus
  9. bagaiaman kreaktifan suatu gugus pelindung pada gugus pelindung tiol ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda terkadang adakalanya gugus pelindung dengan gugus pelindung tiol memiliki kereaktifan yang sama, dimana Dalam sintesis senyawa tiol, RSH, dengan reaksi alkilasi langsung terhadap H2S merupakan reaksi yang tidak baik, hal ini disebabkan karena produk yang terbentuk mempunyai reaktivitas yang relatif sama dengan bahan awal, sehingga reaksi akan berlanjut dan menghasilkan senyawa sulfida, RSH,maka itu hal semacam kereaktifan yang sama seperti itu haruslah dihindari dengan memilih gugus pelindung yng selektif agar tidak menghasilkan senyawa sulfida lagi,nah begitulah kereaktifan gugus pelindung tiol,sekian jawaban dari saya,terimakasih.

      Hapus
  10. terimakasih atas penjelasannya, dalam melakukan sintesis diatas digunakan LiAlH4, apakan fungsi dari LiAlH4 tersebut dan dapatkan diganti dengan yang lain ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fungsi LiAlH4 disini adalah sebagai agen untuk mereduksi karbonil pada ester menjadi alkohol,dimana LiAlH4 sebagai pereduksi di sesuaikan dengan hasil sintesis apa yang akan kita kehendaki,yang dalam hal ini akan mereduksi karbonil untuk memperoleh alkohol primer. pereduksi ini juga dapat diganti oleh reagen lain NaBH4 karena sama-sama agen pereduksi. hanya saja NaBH4 kurang reaktif jika dibandingkan dengan LiAlH4, selain itu juga kurang mampu mereduksi karbonil pada ester .Terimakasih.

      Hapus
  11. Mohon jelaskan perbedaan penghilangan gugus pelindung dengan
    Logam berat dan Katalisis logam transisi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaan deproteksi gugus pelindung dengan logam transisi dengan logam berat yaitu adalah pada proses penghilangan gugus pelindung tersebut,bila dengan logam transisi yang terjadi adalah proses katalisis dimana logam transisi tersebut memiliki beberapa tingkatan oksidasi yang bermacam karena logam transisi elektronnya terisi pada sub kulit d dan hal tersebut memungkinkan untuk logam transisi ketika berada pada orbitalnya melakukan eksitasi elektron pada keaadaan energi yang lebih tinggi dan hal itu memudahkan dalam menurunkan energi aktivasi,sehingga dapat digunakan sebagai katalis dalam deproteksi gugus pelindung contohnya logam transisi Pd(OAc)2 untuk deproteksi gugus amina,sedangkan deproteksi dengan logam berat mekanismenya berbeda dimana pada logam transisi akan membentuk kompleks kuat dengan gugus pelindung sehingga gugus pelindung mudah dihilangkan bererta logam berat tersebut yang telah membentuk senyawa kompleks dan proses lepasnya komplek logam berat-gugus pelindung dari senyawa sintesis kita dibantu oleh tambahan reagen lain,contohnya saja penggunaan deproteksi logam berat Hg2+ dalam deproteksi gugus pelindung Sistein dan Selenokistein (asam amino) dimana prosesnya Logam Hg2+ membentuk kompleks logam-belerang atau logam-selenium yang sangat kuat kemudian dilepaskan dengan penambahan kelebihan tiol yang sangat besar ke peptida agar bisa membentuk kelat logam.sekianlah jawaban dari saya semoga menjawab,terimakasih.

      Hapus
  12. Untuk penghilangan gugus pelindung kan salah satu caranya itu dengan enzim, bisakah saudari jelaskan bagaimana penghilangan dengan enzim tersebut? Mohon penjelasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penghilangan gugus pelindung dengan enzim yaitu adalah salah satu cara yang digunakan apabila memdeproteksi gugus pelindung apabila senyawa yang disintesis rentan terhadap kerusakan dan apabila penghilangan dengan katalis logam transisi dan logam berat tidak dimungkin dilakukan,maka gunakanlah deproteksi dengan enzim karena enzim dilakukan pada kondisi yang ringan misalnya media berair pada suhu kamar dan tekanan atmosfir) dapat digunakan untuk menghindari kerusakan pada senyawa.dimana enzim ini bekerja secara katalitik,dalam medeproteksi gugus pelindung.contohnya : deproteksi gugus asam amino dengan katalis berupa enzim protease yang mana enzim protease ini mengkatalis pada ikatan peptidanya sehingga gugus pelindung lepas dan terbentuk senyawa yang dituju.sekian jawaban saya terima kasih .

      Hapus
  13. Apakah bisa semua gugus fungsi yg memiliki nilai reaktif yg rendah digunak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua gugus pelindung dapat digunakan asalkan memenuhi syarat sebagai gugus pelindung,maupun gugus pelindung tersebut memiliki nilai reaktif yang rendah,tetap saja dapat digunakan hanya saja dalam proses penggunaan gugus pelindung tersebut interaksinya dengan senyawa yang ingin kita lindungi tentu akan lebih lama daripada gugus pelindung yang sangat reaktif maka itu dalam sintesis tentu akan lebih lama itu kekurangannya,tapi kalau bisa atau tidak digunakan jawabannya bisa,dan bila kita ingin sintesis yang cepat maka gugus pelindung seperti ini harus dihindari atau pilihlah gugus pelindung yang lebih reaktif.terimakasih.

      Hapus
  14. Apakah bisa semua gugus fungsi yg memiliki nilai reaktif yg rendah digunak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua gugus pelindung dapat digunakan asalkan memenuhi syarat sebagai gugus pelindung,maupun gugus pelindung tersebut memiliki nilai reaktif yang rendah,tetap saja dapat digunakan hanya saja dalam proses penggunaan gugus pelindung tersebut interaksinya dengan senyawa yang ingin kita lindungi tentu akan lebih lama daripada gugus pelindung yang sangat reaktif maka itu dalam sintesis tentu akan lebih lama itu kekurangannya,tapi kalau bisa atau tidak digunakan jawabannya bisa,dan bila kita ingin sintesis yang cepat maka gugus pelindung seperti ini harus dihindari atau pilihlah gugus pelindung yang lebih reaktif.terimakasih.

      Hapus
  15. apakah ada gugus pelindung untuk gugus imida dan amida?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gugus pelindung untuk gugus imida dan amida tentnya ada yaitu Kelompok ftalimida telah berhasil digunakan untuk melindungi gugus amino. Pembelahan dari N-alkilftalimida (1,81) mudah dilakukan dengan hidrazin, dalam larutan panas atau dalam dingin untuk waktu yang lama untuk memberikan 1,82 dan amina. Basa-katalis hidrolisis N-alkilftalimida 1.81 juga memberikan yang sesuai amina,terimakasih

      Hapus
  16. Sebutkan gugus pelindung untuk senyawa karbonil

    BalasHapus
    Balasan
    1. gugus pelindung untuk senyawa karbonil adalah asetal (RCH(OR')2,ketal (R2C(OR)2,Ester (RCO2Me),RCO2Et,RCO2CH2Ph,RCO2Bu-t,RCO2CH2CCl3.terimakasih.

      Hapus
  17. Sebutkan gugus pelindung untuk senyawa karbonil

    BalasHapus
    Balasan
    1. gugus pelindung untuk senyawa karbonil adalah asetal (RCH(OR')2,ketal (R2C(OR)2,Ester (RCO2Me),RCO2Et,RCO2CH2Ph,RCO2Bu-t,RCO2CH2CCl3.terimakasih.

      Hapus
  18. faktor apa saja yang dapat mempengaruhi gugus pelindung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. faktor yang mempengaruhi gugus pelindung yaitu sifat senyawa yang akan dilindungi,karena berpengaruh kepada kemudahan masuknya gugus pelindung,kereaktifan senyawa terhadap gugus pelindung,serta ketahanan gugus pelindung terhadap asam,basa,reduktor,oksidator,dan nukleofil karena sangat penting dalam penggunaan gugus pelindung misalnya gugus pelindung tidak tahan dalam asam sementara kita menggunakan reagen asam maka gugus pelindungnya perlu kita ganti yang tahan akan asam,agar sintesisnya berlangsung lancar tak terhambat oleh ketidaktahanan gugus pelindung terhadap asam,sekianlah faktor-faktor yang mempengaruhi gugus pelindung,semoga menjawab,terimakasih

      Hapus